Kenapa Orang Gagal dalam Komunikasi: 5 Kesalahan Umum dalam Personal Communication

Pernah merasa sudah berbicara dengan jelas, tapi orang lain tetap salah paham?
Atau kamu sering merasa pesanmu tidak sampai dengan baik meskipun sudah berusaha keras?
Masalah seperti ini sering muncul karena banyak orang belum memahami personal communication secara benar.

Melalui pengalaman di dunia pelatihan komunikasi dan kursus komunikasi efektif, aku — Andri Irawan, Trainer Personal Communication sekaligus Co-Founder Apict Academy — sering melihat bahwa kegagalan berkomunikasi bukan disebabkan oleh kemampuan berbicara yang kurang, melainkan oleh cara menyampaikan pesan yang tidak tepat.

Kalau kamu sedang mencari pelatihan komunikasi yang bisa membantu meningkatkan kemampuan berbicaramu, artikel ini akan menjelaskan kenapa banyak orang gagal dalam komunikasi dan bagaimana kamu bisa memperbaikinya mulai dari sekarang.

Masalahnya bukan karena kamu kurang pintar bicara. Banyak orang gagal berkomunikasi karena mereka tidak sadar sedang melakukan kesalahan kecil yang berdampak besar.

Sebagai Andri Irawan, seorang Trainer Personal Communication sekaligus Co-Founder Apict Academy, aku sudah melatih ratusan peserta dari berbagai profesi. Dari pengalaman itu, aku melihat pola yang sama: banyak orang punya potensi komunikasi yang hebat, tapi terjebak pada lima kesalahan dasar berikut ini.

1. Terlalu Fokus pada Diri Sendiri

Banyak orang berbicara hanya untuk menyampaikan apa yang mereka pikirkan, bukan untuk membuat lawan bicara memahami pesan mereka.
Mereka lebih sibuk memilih kata, tanpa memikirkan apakah pesan itu cocok dengan kebutuhan atau emosi orang yang diajak bicara.

“Komunikasi bukan tentang seberapa banyak kamu bicara, tapi seberapa dalam kamu memahami.” – Andri Irawan

Tips: Sebelum berbicara, tanyakan pada diri sendiri:

“Apakah yang aku sampaikan ini membantu orang lain memahami maksudku?”

2. Tidak Mendengarkan Secara Aktif

Kebanyakan orang mendengar hanya untuk menunggu giliran bicara, bukan untuk benar-benar memahami.
Padahal, kemampuan mendengarkan justru menentukan seberapa efektif kita berkomunikasi.

Aku selalu mengajarkan pentingnya mendengarkan aktif, yang berarti kamu:

  • Menatap lawan bicara dengan fokus
  • Menunjukkan bahasa tubuh terbuka
  • Memberi umpan balik ringan seperti senyum atau anggukan

“Mendengarkan bukan berarti diam, tapi aktif memahami dengan mata, hati, dan empati.”

3. Mengabaikan Bahasa Tubuh

Tubuhmu bisa berbicara lebih keras daripada kata-katamu.
Senyum, kontak mata, dan postur tubuh sering menentukan apakah orang menerima pesanmu dengan positif atau justru merasa tidak nyaman.

Kalau kata-katamu sopan tapi postur tubuhmu tertutup, pesanmu bisa terdengar dingin atau tidak tulus.
Sebaliknya, ketika kamu menatap dengan percaya diri dan tersenyum, orang akan lebih mudah terbuka.

Latihan sederhana:
Biasakan menatap mata lawan bicara, tegakkan bahu, dan beri senyum ringan.
Tubuh yang terbuka membuat pesanmu terasa jujur dan meyakinkan.

4. Tidak Mengendalikan Emosi

Satu kalimat tajam bisa menghancurkan hubungan atau reputasi yang kamu bangun bertahun-tahun.
Masalahnya, banyak orang langsung bereaksi saat tersinggung, tanpa berpikir panjang.

Aku sering melihat peserta training kehilangan kendali hanya karena terpancing situasi kecil.
Padahal, orang yang mampu mengendalikan emosinya selalu terlihat lebih dewasa dan profesional.

Tips dari Andri Irawan:
Sebelum menjawab hal yang memicu emosi, tarik napas tiga kali.
Gunakan nada bicara yang tenang — karena nada menentukan bagaimana orang menilai karaktermu.

5. Tidak Menyesuaikan Gaya Komunikasi

Komunikasi yang efektif selalu fleksibel.
Kamu tidak bisa berbicara dengan atasan, rekan kerja, dan teman dengan gaya yang sama.

Sayangnya, banyak orang memakai satu pola bicara untuk semua situasi.
Akibatnya, pesan mereka sering tidak nyambung.

Di Apict Academy, aku mengajarkan konsep “adaptive communication” — kemampuan menyesuaikan gaya komunikasi dengan karakter, jabatan, dan situasi orang yang dihadapi.

“Komunikasi bukan soal pura-pura jadi orang lain, tapi kemampuan memahami siapa yang sedang kamu ajak bicara.” – Andri Irawan

Kesimpulan: Komunikasi Gagal Bisa Kamu Perbaiki

Kegagalan berkomunikasi bukan berarti kamu buruk dalam berbicara.
Itu hanya tanda bahwa kamu belum melatih diri dengan cara yang tepat.
Komunikasi adalah keterampilan yang bisa kamu asah, sama seperti kemampuan lainnya.

Kalau kamu ingin tampil lebih percaya diri, memahami orang lain lebih dalam, dan membangun hubungan yang kuat —
saatnya kamu belajar personal communication bersama mentor yang berpengalaman.

🚀 Belajar Personal Communication Bersama Andri Irawan

Ikuti pelatihan Personal Communication di Apict Academy, Tasikmalaya —
kelas ini dirancang untuk membantu kamu menjadi pribadi yang komunikatif, percaya diri, dan berpengaruh.

📍 Lokasi: Jl. Siliwangi No. 54B, Tasikmalaya
🌐 Website: apictacademy.com
📱 Hubungi via WhatsApp: 085-117-217-998
📩 Follow Instagram: @apict.academy

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *